Connect with us

TRAVEL

Sepotong Kelong di Tamamelong: Pesona Wisata Pulau Selayar

Published

on

Obyek wisata Tamamelong Kabupaten Kepulauan Selayar. - Foto: Seberita/Ahmadin Umar

Seberita.com, KEPULAUAN SELAYAR – Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, saat ini tengah menggenjot pembangunan sektor pariwisata, ditandai pengadaan berbagai obyek wisata baru. Salah satu tempat wisata baru yang dibangun di kabupaten berjuluk Tanadoang ini adalah Tamamelong.

Obyek wisata pantai ini terletak 12 km ke arah selatan dari Benteng, ibukota kabupaten. Untuk menjangkau obyek wisata ini, dapat menggunakan kendaraan jenis roda empat dan roda dua. Jarak tempuh sekira 30 menit dengan kecepatan kendaraan normal.

Lalu apa yang menarik dari obyek wisata yang sedang dalam proses pembangunan infrastruktur ini?.

Pada pukul 14.12 Wita, Sabtu 17 Oktober 2020, aku menyempatkan diri berkunjung ke area wisata pantai ini. Di sisi kanan pintu masuk, tampak beberapa orang pekerja sedang beraktivitas membenahi infrastruktur lokasi ini. Aku memarkir kendaraan di area bagian selatan Tamamelong, sesuai petunjuk sebagai lokasi parkir resmi.

Selanjutnya aku berjalan menyusuri jalan setapak ke arah utara yang di sisi kirinya tampak fasilitas tempat duduk atau nongkrong serba merah tua yang menghadap ke laut. Aku membayangkan pada deretan tempat duduk ini telah dan akan terpahat ratusan bahkan ribuan memori (kenangan indah) bagi insan-insan yang menikmatinya.

Beberapa pengunjung sedang berjalan di area obyek wisata Tamamelong. – Foto: Seberita/Ahmadin Umar

Tidak jauh dari gazebo tempat aku istirahat, terdapat jembatan kayu yang sangat indah untuk spot foto. Jembatan berhias cat warna-warni ini, menghubungkan tebing karang dari selatan di area Tamamelong ke sebelah utaranya. Anda bisa berfoto dengan keluarga, sahabat, atau mungkin pasangan anda di sini. Latar tebing karang dan birunya laut yang indah, tentu akan mencipta foto-foto menarik dan romantis.

Berada dan menikmati pesona alam Tamamelong ini, seakan menyuguhkan sepotong kelong (sepenggal lagu) romantis yang mengalun merdu di antara hebusan angin sepoi-sepoi.

Meski belum sepenuhnya rampung, obyek wisata alam pantai Tamamelong ini telah banyak dikunjungi orang. Untuk sementara, salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Kepulauan Selayar ini digunakan masih sebatas obyek berfoto dan berselfie ria bersama keluarga, kolega, maupun pasangan.**

*Penulis adalah seorang jurnalis, penyuka traveling, dan penikmat wisata

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRAVEL

Pesona Pantai Sunari Kepulauan Selayar

Published

on

Salah satu spot foto di Pantai Sunari, Kepulauan Selayar. - Foto: Seberita/Ahmadin Umar

Seberita.com, KEPULAUAN SELAYAR – Berkunjung dan berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, tentu sangat disayangkan jika tidak menyempatkan diri menikmati pesona alam obyek wisata Pantai Sunari (Sunari Beach). Obyek wisata andalan kabupaten bergelar Tanadoang ini, terletak tidak jauh dari Benteng, ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar. Hanya sekira 30 menit jarak tempuh ke arah selatan dan dapat diakses dengan kendaraan jenis roda empat dan roda dua.

Pada Sabtu, 17 Oktober 2020 siang pukul 12.50 Wita, aku berkesempatan mengunjungi obyek wisata yang terletak di Desa Tile-tile Kecamatan Bonto Sikuyu ini.  Cukup padat jumlah pengunjung siang itu dan aku memarkir kendaraan di antara puluhan mobil yang berada di sisi kiri jalan masuk menuju Pantai Sunari. Baru saja aku turun dari kendaraan, ketika seseorang melambaikan tangan seraya menunjuk ke sebuah arah. Di situ kulihat terdapat sebuah loket pembayaran pada sisi kanan jalan masuk dan aku bersama rombongan pun menuju ke situ. Sejurus kemudian sang petugas loket pun menyodorkan beberapa lembar kertas bertuliskan tarif masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Tarif yang cukup murah untuk sebuah atau beberapa buah latar foto yang “mahal” dan tak ternilai harganya.

Aku dan rombongan sempat berfoto di gerbang masuk area wisata Pantai Sunari, sebelum kemudian melangkah menyusuri jalan setapak ke arah barat dan utara.  Di area wisata ini tumbuh padat puluhan pohon kelapa yang menjadi satu daya tarik tersendiri. Jangan lupa Selayar pernah populer dengan icon emas hijau-nya dengan julukan “The Green Gold of Selayar” (Emas Hijau Selayar), saat komoditi ini merajai ekonomi pasar selama puluhan tahun lamanya.

Gerbang masuk Pantai Sunari. – Foto: Seberita

Takut dijatuhi buah kelapa? Jangan salah, di area wisata Pantai Sunari ini pohon-pohon kelapanya sangat terawat dan tampak tidak ada buah serta  daunnya yang kering sehingga aman. Kalaupun ada tentu tetap dianggap tidak berbahaya karena menurut kepercayaan masyarakat Selayar, kelapa itu “punya mata” (rie’ matanna) dan tidak akan jatuh menerpa orang yang berada di bawahnya. Bayangkan saja setiap hari orang-orang berkeliaran serta beraktivitas di bawah pohon kelapa, tapi nyatanya tidak dijatuhi buahnya. Pun puluhan kendaraan setiap hari melintas di jalan-jalan yang padat dengan pohon kelapa, juga tidak ada yang dijatuhi. Kalaupun ada orang yang dijatuhi buah kepala dan meninggal, menurut kepercayaan masyarakat lokal itu sudah ajalnya.

Aku sempat mengamati fasilitas ayunan raksasa di Pantai Sunari ini yang sebelumnya hanya biasa menyaksikannya melalui gambar dan foto-foto di media sosial. Ayunan (Selayar: Pattojengang, Tojeng) ini berbahan kayu tebal dan seutas tali besar yang diikat di kedua sisi kiri dan kanan pada pohon kelapa. Untuk memainkan ayunan ini, terlebih dahulu kita harus naik menggunakan tangga berupa dua tiang kayu.

Ayunan raksasa di Pantai Sunari, Kepulauan Selayar. – Foto: Seberita

Dari sini aku menuju sejumlah tempat duduk berbahan kayu di area wisata ini dan beristirahat sambil menikmati indahnya fanorama alam pantai. Segera kuraba tas kecil milikku dan mencari sepotong kue Haje’ Kenari dan ternyata sudah tidak ada. Aku lupa apakah ia jatuh atau memang sudah habis aku makan beberapa waktu lalu. Padahal aku sempat membayangkan betapa nikmatnya mengonsumsi kue khas Selayar ini dengan es kelapa muda seraya mengagumi keindahan Pantai Sunari. “Ya sudahlah, apa boleh buat. Nanti beli di Benteng lagi sebentar”, kataku dalam hati.

Dari sini aku menyusuri sudut-sudut indah lokasi wisata ini untuk spot foto. Dan ternyata keindahan Pantai Sunari tidak hanya pada latar taman berhias pohon kelapa. Ada tebing karang berpadu apik dengan laut yang menarik dijadikan latar untuk memproduksi gambar-gambar menarik. Pun Nyiur melambai berpadu pasir putih di Pantai Sunari, merupakan spot foto yang sangat memikat.

Jangan lupa bahwa di Pantai Sunari ini tersedia resto yang menyuguhkan aneka makanan serta minuman bagi para pengunjung. Bahkan bagi anda yang ingin berlama-lama di obyek wisata ini, tersedia fasilitas penginapan.

Hari ini terakhir aku berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, sehingga tidak sempat menunggu Sunset di pantai ini. Bagi mereka yang sering menjemput senja di sini, katanya pemandangannya sangat indah. Ayo ke Selayar, hanya itu kalimat paling tepat yang diungkapkan mengapresiasi keindahan alamnya.**

*Penulis adalah seorang jurnalis dan penikmat wisata

Continue Reading

Trending