Beranda NEWS Buku “Keluarga Pagarra” Jadi Koleksi Terbaru DPK Sulsel

Buku “Keluarga Pagarra” Jadi Koleksi Terbaru DPK Sulsel

48
0
Rusdin Tompo penulis buku Keluarga Pagarra (kiri). (Istimewa/Handover)

Seberita.com, MAKASSAR – Kisah “Keluarga Pagarra” jadi koleksi terbaru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan. Buku “Keluarga Pagarra” yang ditulis Rusdin Tompo itu, telah diserahkan ke bagian deposit DPK Provinsi Sulsel, yang diterima oleh pustakawan Syarir Razak, pada Senin, 9 Agustus 2021.

Sebelumnya, buku yang berkisah tentang keluarga pasangan H Pagarra Dg Rumpa (alm) dan Hj Intang Dg Baji itu diluncurkan secara sederhana, pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Peluncuran dilakukan di kediaman keluarga H Pagarra Dg Rumpa di Pa’baeng-baeng, yang biasa disebut sebagai “markas PBB”. Peluncuran diawali dengan sholat Isya berjamaah dan pembacaan doa.

Launching buku yang dipandu Halidjah Pagarra ini ditandai dengan penyerahan buku oleh Brigjen (Pol) Drs Halim Pagarra, MH, Wakapolda Sulsel, kepada penulis Rusdin Tompo. Halim Pagarra, mewakili keluarga, mengucapkan terima kasih kepada penulis, atas rampungnya penulisan buku tersebut.

“Semoga silaturahmi kita tidak putus meski pengerjaan buku sudah selesai dilakukan,” kata jenderal bintang satu itu dalam sambutannya.

Ketika diminta memberikan sepatah kata, Rusdin Tompo mengucapkan terima kasih karena mendapat kepercayaan menulis kisah keluarga, yang menurutnya, begitu inspiratif. Dalam buku yang juga menampilkan foto-foto dokumentasi keluarga itu, tergambarkan hubungan yang harmonis dan hangat, bukan hanya antara pasangan suami-istri H Pagarra Dg Rumpa dan Hj Intang Dg Baji. Tapi juga antara keduanya sebagai orang tua dengan anak-anaknya, hubungan antar-saudara yang kompak dan saling menghormati, serta hubungan antara kakek-nenek dan cucu-cucunya yang welas asih dan mengayomi.

“H Pagarra Dg Rumpa menggunakan nilai budaya dan kearifan lokal Makassar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya,” ungkap Rusdin Tompo.

Ditambahkan, dalam mendidik anak-anaknya, H Pagarra Dg Rumpa begitu disiplin. Dia selalu menekankan pentingnya menjalankan ibadah sholat dan mendahulukan pendidikan. Dia selalu memberi nasihat dan wejangan kepada anak-anak dan cucu-cucunya, ternasuk puluhan anak asuh yang pernah tinggal bersama keluarga itu, baik semasa di Asrama Brimob, Mariso, maupun ketika di Pa’baeng-baeng.

Sebagai penulis, mantan Ketua KPID Sulsel itu mengaku, mendapat banyak pembelajaran dari kisah “Keluarga Pagarra”. Dia lalu merekomendasikan buku ini untuk dibaca karena dapat menjadi panduan dan motivasi bagi orang tua dan keluarga dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

“Buku ini banyak memberi informasi seputar sejarah bangsa, tak hanya sebatas tentang keluarga H Pagarra Dg Rumpa. Kita, antara lain, bisa mendapat sedikit gambaran dan informasi seputar sejarah Brimob, Polri, dan Kabupaten Gowa,” papar penggiat literasi yang dikenal pula sebagai aktivis anak itu.

Sebagaimana judulnya, buku “Keluarga Pagarra” mengisahkan cerita tentang H Pagarra Dg Rumpa yang meniti karier dari bawah. Pria kelahiran Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulsel, 21 Mei 1930 itu mulai berdinas di Brimob, tahun 1950, dengan pangkat Agen Polisi Tk II. Saat itu, dia ditempatkan sebagai staf Angkutan Resimen IX. Berkat disiplin, ketekunan dan pengabdiannya, dia dipromosikan sebagai Waka Angkutan Resimen IX/BM.

Kariernya kemudian menanjak sebagai Dansek 1811-02 Malakaji di Kecamatan Tompobulu, Gowa. Jabatan itu, sekarang disebut Kapolsek. Dari Dansek lalu jadi Kabag Binmas Polres Gowa. Selanjutnya, H Pagarra Dg Rumpa dikaryakan sebagai Camat Parangloe, Gowa. Setelah purnatugas sebagai camat, dia dapat posisi baru sebagai Kepala Sempadan Kabupaten Gowa. Terakhir, puncak kariernya di parlemen, sebagai anggota DPRD Tk II Kabupaten Gowa, melalui pergantian antar waktu (PAW).

Anak-anak H Pagarra Dg Rumpa (alm) dan Hj Intang Dg Baji terbilang sukses di bidangnya masing-masing. Mereka adalah dr H Haeruddin Pagarra, Sp.A, Dra Hj Hasnah Pagarra (alm), Prof Ir Hj Halifah Pagarra, M.Si, Ph.D, Dr dr Hj Halimah Pagarra, Sp.M(K), Dra Halidjah Pagarra, Brigjen (Pol) Drs Halim Pagarra, MH, Hawiah Pagarra, S.Pd, MM, dan Hamzah Pagarra, S.Kom, M.Pd.

Selain kenangan dan pengalaman yang disampaikan oleh anak-anaknya, dalam buku ini juga diungkapkan kisah-kisah yang dituturkan oleh beberapa orang cucu H Pagarra Dg Rumpa. Di antaranya oleh M Ikhwan Maulana Haeruddin, SE, MHRMgt, Ph.D yang akrab disapa Wawan. Juga ada dicerita yang dibagikan oleh Firman Hamid Pagarra, S.STP, M.Pub.Pol, dan dr Ahdini Zulfiana Abidin, M.Sc, serta Muhammad Afif Pagarra.

Selain itu, kesaksin tentang kebaikan dan kemurahan hati keluarga H Pagarra Dg Rumpa juga dikemukakan oleh beberapa orang yang pernah tinggal bersama keluarga ini. Anak-anak asuh keluarga H Pagarra Dg Rumpa ada yang berprofesi sebagai guru, anggota Polri dan TNI, sebagai pegawai negeri (ASN), serta membuka usaha sendiri.

Pada saat peluncuran buku, Brigjen (Pol) Drs Halim Pagarra, MH, sempat membaca puisi “Panggil Aku Daeng”, karya Rusdin Tompo. Halim Pagarra merasa bersyukur karena buku ini rampung dan dapat diluncurkan menjelang dirinya mengakhiri masa jabatan sebagai Wakapolda Sulsel. Selanjutnya, suami dari Drg Rismawati Latif ini bakal mengemban amanah baru sebagai Karoada B/J Slog Polri.(rt/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here